Inovasi Pelayanan pada Mal Pelayanan Publik di Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Inovasi Pelayanan pada Mal Pelayanan Publik di Kota Pekanbaru dengan menggunakan teori adopsi inovasi dari Everett M. Rogers. Lima atribut inovasi yang digunakan sebagai Indikator analisis meliputi indikator relative advantage (keunggulan relatif), compatibility (kesesuaian), complexity (kompleksitas/kerumitan), trialability (dapat diuji coba), observability (dapat diamati). Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, serta dengan menjelaskan variabel yang diteliti. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknik analisis data menggunakan metode berpikir induktif kemudian dianalisis secara kualitas dengan uraian serta penjelasan yang mendukung. Dari hasil analisis ditarik kesimpulan yang merupakan hasil akhir dari penelitian dengan judul Inovasi Pelayanan pada Mal Pelayanan Publik di Kota Pekanbaru yaitu sebagai berikut: (a) relative advantage (keunggulan relatif) pembentukan Mal Pelayanan Publik memberikan keuntungan yang nyata berupa kemudahan akses, efisiensi waktu, serta kenyamanan dalam mengurus berbagai layanan disatu tempat. (b) compatibility (kesesuaian) inovasi pada mal pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan yang efektif, responsif dan efisien. (c) complexity (kerumitan) inovasi tentu memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dibanding dengan sebelumnya. (d) trialability (kemungkinan coba) inovasi harus teruji dan terbukti mempunyai keunggulan. (e) observability (kemudahan diamati) inovasi yang berhasil adalah inovasi yang dapat diamati dari sisi bagaimana ia bekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik
No other version available