ANALISIS RESEPSI KOMUNITAS STAND-UP INDO PEKANBARU TERHADAP KOMIKA YANG TERJUN KE DUNIA POLITIK (Studi Kasus: Tayangan Somasi Season 2 Episode 17 di YouTube Deddy Corbuzier)
Acara Somasi di YouTube Deddy Corbuzier menggunakan stand-up comedy untuk mengkritik pemerintah, meskipun beberapa menganggap kritik tersebut berlebihan. Komunitas Stand-Up Indo Pekanbaru menerima materi komedi ini dengan pandangan beragam, termasuk tentang keinginan komika yang terjun ke dunia politik. Tujuan penelitian untuk menemukan resepsi yakni konstruksi decoding, pola resepsi, dan deskripsi pengalaman Komunitas Stand-Up Indo Pekanbaru terhadap Komika yang terjun ke dunia politik. Teknik pengumpulan data yakni dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka, teknik analisis data menggunakan teori analisis penerimaan oleh Stuart Hall. Teknik pemeriksaan keabsahan data yakni triangulasi sumber. Hasil penelitian ditemukan bahwa Konstruksi decoding Komunitas Stand-Up Indo Pekanbaru terhadap Marshel Widianto (komika) yang terjun ke dunia politik melalui tayangan Somasi Season 2 Episode 17 mencerminkan beragam pandangan, yang dipengaruhi oleh latar belakang pribadi dan pengalaman informan. Pada posisi dominant-hegemonic (dukung penuh), negotiated (dukung dengan keraguan), dan oppositional (menolak karena dianggap tak kompeten secara politik). Meskipun ada kritik terhadap masa lalu Marshel (komika) yang kontroversial dan kurangnya pengalaman politik, banyak yang mendukung hak individu untuk terlibat dalam politik. Acara stand-up comedy seperti Somasi dianggap efektif menyampaikan kritik sosial tentang politik secara menghibur, dengan YouTube sebagai platform yang tepat untuk membahas isu politik. Meskipun tidak mengubah pandangan politik secara signifikan, tayangan ini membantu masyarakat menjadi lebih sadar akan isu politik dan dipandang sebagai media pendidikan politik yang efektif, terutama bagi pemula.
No other version available