Analisis Kelayakan Usaha Replanting Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pola Kemitraan PT. Perkebunan Nusantara IV Regional III Kebun Sei Galuh dengan KUD Mojopahit Jaya
Replanting kelapa sawit dilakukan untuk mengatasi turunnya produktivitas di kebun binaan PTPN IV Regional III. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) profil usaha perkebunan kelapa sawit kemitraan, 2) kelayakan non-finansial usaha replanting kelapa sawit dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum, dan aspek lingkungan, dan 3) kelayakan finansial usaha replanting kelapa sawit dari kriteria investasi (NPV, IRR, BCR, PP) dan sensitivitas (penurunan produksi, penurunan harga dan peningkatan biaya operasional). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2025. Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala bidang dan staf Distrik Petani Mitra. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif (profil usaha, kelayakan non finansial) dan deskriptif kuantitatif (kelayakan finansial menggunakan kriteria investasi: NPV, BCR, IRR, PP, dan analisis sensitivitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Usaha perkebunan kelapa sawit pola kemitraan dilakukan sejak tahun 1980 melalui proyek PIR BUN dan PIR Trans. Usaha replanting kelapa sawit dimulai tahun 2012. Usaha termasuk skala usaha besar. Modal usaha Rp. 37,74 miliar. Tenaga kerja terdiri dari karyawan kantor dan karyawan lapangan, 2) Usaha replanting kelapa sawit secara non finansial layak diusahakan dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek lingkungan, 3) Usaha replanting kelapa sawit secara finansial layak diusahakan dilihat dari kebutuhan dana Rp. 37,74 miliar berasal dari hibah BPDPKS dan pinjaman Bank, arus kas (out flow Rp. 333,80 miliar, in flow Rp. 1,77 triliun), laporan laba/rugi diperoleh laba bersih Rp.14,93 miliar, kriteria investasi diperoleh NPV Rp. 296,52 miliar bernilai positif dan NPV > 0, BCR 9,62 >1, IRR 42% > DR 11%, PP 4,93 atau selama 4 tahun 11 bulan 5 hari < 25 tahun, dan usaha replanting kelapa sawit sensitif terhadap perubahan penurunan produksi TBS 2,25%, penurunan harga TBS 2,25%, dan peningkatan biaya operasional 2,25%.
No other version available