Studi Pengurangan Konflik Melalui Rekayasa Kawasan Simpang Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus : Pertigaan Jalan Arifin Ahmad Dan Jalan Sudirman)
Persimpangan tak bersinyal di Kota Pekanbaru tepatnya berada pada ruas Pertigaan Jalan Arifin Ahmad dan jalan Sudirman. Kawasan simpang ini merupakan salah satu simpang dengan tingkat kemacetan yang tinggi akibat konflik yang terjadi seperti kinerja jalan, Panjang antrian, dan lamanya tundaan kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan konflik yang terjadi apabila terdapat Rekayasa Kawasan simpang dengan Rekayasa Bundaran. Pada penelitian ini menggunakan metode software PTV VISSIM untuk mendapatkan hasil dari pemodelan simpang dan rekayasa bundaran. Teknik penelitian ini dilakukan yaitu survei langsung dilapangan pada saat jam puncak selama 3 (tiga) hari guna mendapatkan data yang diperlukan seperti geometri persimpangan, volume arus lalu lintas dan kecepatan kendaraan. Lalu data yang didapat di olah di software Excel dan dianalisis menggunakan software PTV VISSIM. Hasil yang didapat dari Analisa kondisi eksisting simpang melalui software PTV Vissim diperoleh konflik yang terjadi pada persimpangan, rata-rata panjang antrian sebesar 40,4 meter, panjang antrian rata-rata maksimum sebesar 63,8meter dan rata-rata tundaan kendaran sebesar 236,4 detik. Sedangkan setelah dilakukan rekayasa kawasan simpang dengan bundaran terdapat pengurangan konflik yang terjadi sehingga membuat kinerja jalan manjadi lebih baik. Nilai yang diperoleh panjang antrian rata-rata sebesar 0,9 meter, Panjang rata-rata antrian maksimum 44,2meter dan tundaan kendaraan 3,7 detik. Dengan melakukan rekayasa kawasan simpang rekayasa bundaran mendapatkan hasil kinerja lalu lintas yang lebih baik dan tingkat pelayanan yang awalnya pada simpang mendapatkan nilai LOS_F setelah dijadikan ke rekayasa bundaran menjadi LOS_A
No other version available