Art Original
PROSPEK INDUSTRI RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA MENURUT TINJAUAN EKONOMI ISLAM (Studi Pada Industri Rumah Tangga Pembuatan Olahan Ikan dan Udang di Kepenghuluan Sungai Nyamuk Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek Industri Rumah Tangga dalam meningkatkan pendapatkan keluarga di Kepenghuluan Sungai Nyamuk Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir menurut tinjauan ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT dengan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu proses mencari dan penyusunan data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap 24 orang informan dan temuan lapangan dilokasi penelitian. Hasil penelitian ini adalah faktor kekuatan memiliki total skor 2,19 dan total skor kelemahan 0,67 yang berarti bahwa prospek industri rumah tangga olahan ikan dan udang di Kecamatan Sinaboi masih memiliki keunggulan yang lebih baik dari kelemahan yang ada. Faktor internal industri rumah tangga olahan ikan dan udang di Kepenghuluan Sungai Nyamuk berada pada posisi internal yang kuat. Faktor peluang memiliki total skor 2,36 sedangkan faktor ancaman mempunyai total skor 0,63 yang berarti bahwa prospek industri rumah tangga olahan ikan dan udang memiliki peluang lebih baik dari ancaman-ancaman yang ada. Prospek industri rumah tangga olahan ikan dan udang di Kepenghuluan Sungai Nyamuk berada pada kuadran 1 (positif-positif), yang artinya industri rumah tangga olahan ikan dan udang di Kepenghuluan Sungai Nyamuk berada pada posisi kuat dan berpeluang. Berdasarkan tinjauan ekonomi Islam pada industri rumah tangga olahan ikan dan udang ada lima prinsip ekonomi Islam yang semestinya menjadi landasan yaitu tauhid (keimanan), ‘adl (keadilan), nubuwwah (kenabian), khilafah (pemerintahan) dan ma’ad (hasil). Pihak industri rumah tangga olahan ikan dan udang telah berlandaskan kepada empat prinsip diantaranya prinsip tauhid (keimanan), ‘adl (keadilan), nubuwwah (kenabian), dan ma’ad (hasil). Sementara itu prinsip khilafah (pemerintahan) belum diterapkan pada industri rumah tangga olahan ikan dan udang di Kepenghuluan Sungai Nyamuk.
No other version available