ANALISA KEBERHASILAN PEKERJAAN WATER SHUT OFF MENGGUNAKAN METODE KOMPLESI MEKANIKAL DENGAN AS-1 PACKER DAN CIBP PACKER PADA LAPANGAN X
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan migas yaitu peningkatan produksi air, hal ini berdampak pada peningkatan biaya pemeliharaan dan penurunan keuntungan akibat penurunan produksi minyak. Permasalahan utama pada Lapangan X adalah produksi air yang berlebih, yang disebabkan kondisi sumur-sumur yang sudah tua sehingga berakibat pada meningkatnya migrasi air ke zona produksi, untuk mengatasi peningkatan produksi air pada Lapangan X, dilakukan work over, yaitu dengan cara water shut off (WSO). Metode WSO yang dipilih yaitu metode komplesi mekanikal dengan peralatan khusus yaitu AS-1 Packer dan CIBP, dengan cara menurunkan peralatan tersebut hingga mencapai zona yang diisolasi, lalu diseting secara mekanikal dengan metode menarik (pulling) atau memutar (rotating), yang akan mengaktifkan elemen sealing untuk menutup zona air. Akan dilakukan perbandingan kinerja sumur sebelum dan sesudah dilakukannya pekerjaan water shut off secara mekanikal menggunakan Inflow Performance Relationship (IPR) serta melakukan plot perbandingan data produksi pada sumur-sumur minyak menggunakan AS-1 Packer dan CIBP di Lapangan X, sehingga mengetahui keberhasilan ataupun kegagalan pada pekerjaan water shut off. Dari hasil tersebut, dianalisis keefektifan dari keberhasilan ataupun penyebab kegagalan dari pekerjaan water shut off. Dilakukan evaluasi pada 10 sumur, 6 sumur memperoleh keberhasilan, yaitu Sumur AD#001, AD#003, AD#006, AD#007, AD#014A, dan AD#020, dan 4 sumur mengalami kegagalan, yaitu Sumur AD#010 dan AD#015 disebabkan oleh water coning, Sumur AD#014 disebabkan kebocoran packer, dan Sumur AD#025 dikarenakan set depth packer berada di bawah zona WOC.
No other version available