Analisis Jaringan Penipuan Online Melalui Media Sosial Berkedok Prostitusi ( Studi Kasus Kelompok X,Y dan Z di Kota Pekanbaru )
Penelitian ini membahas fenomena penipuan online yang disamarkan sebagai praktik prostitusi melalui media sosial, dengan studi kasus pada kelompok X, Y, dan Z di Kota Pekanbaru. Penipuan ini dilakukan melalui platform digital seperti Twitter, dengan memanfaatkan kemudahan akses dan lemahnya pengawasan terhadap konten seksual eksplisit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap pelaku dan analisis terhadap modus operandi yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelompok memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan dalam jaringan penipuan: kelompok X bertugas menjaring korban, kelompok Y melakukan pendekatan dan manipulasi, sementara kelompok Z menjadi penadah hasil penipuan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Asosiasi Diferensial dari Sutherland, yang menyatakan bahwa perilaku menyimpang dipelajari melalui interaksi sosial. Selain itu, fenomena ini turut dipengaruhi oleh konvergensi media yang memungkinkan integrasi teknologi dan memperluas jangkauan pelaku terhadap korban, termasuk lintas negara. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan digital dan perlunya strategi preventif dari aparat hukum dan platform media sosial dalam mencegah tindak kejahatan serupa.
No other version available