Art Original
Usahatani Jamur Tiram Dengan Memanfaatkan Lahan Perkarangan Di Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Usahatani merupakan kegiatan atau suatu usaha yang dilakukan di bidang pertanian dengan memanfaatkan sumberdaya alam, tenaga kerja dan modal. Daerah perkotaan sering terkendala sumberdaya alam berupa lahan untuk melakukan usahatani. Solusi daerah perkotaan dalam berusahtani adalah dengan memanfaatkan perkarangan rumah. Kecamatan Kulim merupakan salah satu daerah di Kota Pekanbaru yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk berusahatani jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1). Karakteristik pengusaha dan profil usaha jamur tiram di Kecamatan Kulim, 2). Menganalisis usahatani, Proses Produksi, Faktor Produksi, Biaya Produksi, Produksi, Pendapatan Dan Efisiensi Usahatani Jamur Tiram Di Kecamatan Kulim, 3). Struktur pendapatan pengusaha jamur tiram di Keamatan Kulim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei di kecamatan kulim kota pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan dimulai dari bulan Maret-agustus 2023. Sampel penelitian ini adalah pengusaha jamur tiram di daerah penelelitian yang berjumlah 7 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1). Umur pengusaha jamur tiram di kecamatan kulim kota pekanbaru berada pada umur produktif yaitu 53 tahun, tingkat pendidikan 18 tahun (SMA), Pengalaman bertani rata-rata 8 tahun, jumlah tanggungan 3 orang, Profil usaha pada skala mikro dan tenaga kerja dalam keluarga 17 orang dan luar keluarga berjumlah 55 orang. 2). Analisis usahatani: Rata-rata penggunaan faktor-faktor produksi jamur tiram di Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru dengan luas rata-rata luas lahan 94,1m2 yaitu; bibit adalah 28 botol/periode produksi, penggunaan Serbuk Kayu 69 karung/periode produksi, Dedak 114 kg/produksi, Kapur 43 kg/periodeproduksi, Plastik 4 kg/periode produksi, Gas 4 tabung/periode produksi, Kayu Bakar 1,71 pickup/periode produksi, Ring 1046 buah/periode produksi dan Tenaga Kerja adalah 55 HOK/periode produksi. Biaya produksi pada usahatani jamur tiram di Kecamatan Kulim yaitu Biaya tetap sebesar Rp. 7.320.500/periode produksi dan biaya variabel sebesar Rp. 17.612.540/periode produksi sehingga biaya total dalam produksi jamur tiram adalah sebesar Rp. 24.933.040/periode produksi. Rata-rata produksi jamur tiram 291,43 Kg/bln. Pendapatan pengusaha rata-rata Rp. 4.812.423/bln. Nilai RCR usahatani jamur tiram adalah 2,4. 3). Struktur pendapatan pengusaha jamur tiram adalah Rp. 17.122.423/bulan.
No other version available