Art Original
Perbedaan Penyesuaian Diri Mahasiswa Muslim Dan Non- Muslim Di Kampus Islam
Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam menjalani sekolah atau pendidikan di perguruan tinggi pada universitas maupun institut. Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa sering kali dihadapkan pada fase yang dapat dianggap sebagai "fase yang menantang" atau "terrible phase" bagi mahasiswa baru. Pada tahap ini, banyak yang mengalami "culture shock," di mana mereka dihadapkan pada ide-ide baru dan karakter teman-teman yang memiliki keyakinan yang beragam. Lingkungan akademik di perguruan tinggi menghadirkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, yang menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan cara belajar yang lebih mandiri dan dewasa. Oleh karena itu, kemampuan untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan akademis. Dalam proses penyesuaian diri, individu dapat melakukan berbagai bentuk pendekatan. Beberapa mahasiswa memilih untuk menghadapi tantangan secara langsung, sementara yang lain melakukan eksplorasi lingkungan baru yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang situasi yang dihadapi. Selain itu, pendekatan trial and error juga sering kali digunakan; jika satu strategi tidak berhasil, mahasiswa dapat mencari alternatif lain yang lebih efektif Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa muslim dan non-muslim Universitas Islam Riau. Sampel pada penelitian adalah mahasiswa muslim dan nonmuslin di Universitas Islam Riau. Hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U memiliki nilai sig sebesar 0.028
No other version available