Art Original
Eksisitensi Tari Zapin Pecah Dua Belas Sebagai Identitas Budaya Pada Masyarakat Melayu Di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
Kabupaten Pelalawan salah satu kabupaten di Provinsi Riau, mempunyai tari tradisi sudah ada sejak berdirinya Istana Kerajaan di Kabupaten Pelalawan yaitu sekitar tahun 1811-1945 hingga sekarang. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana Eksistensi tari zapin pecah dua belas sebagai identitas budaya pada Masyarakat melayu di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi tari zapin pecah dua belas sebagai identitas budaya, teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teroti eksistensi menurut Dagun (1990:19) dalam buku filsafat eksistensi yang menyatakan bahwa setiap hal yang ada itu memiliki eksistensi yang dipengaruhi oleh aspek aktivitas kerja, memiliki fakta,dan usaha mempertahankan eksistensinya. Peneliti mengunakan metode penelitian kualitati dengan pendekatan deskriptif dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara, dan dokumentasi, subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu pakar dan pelaku yang melestarikan tari zapin pecah dua belas. Hasil penelitian adalah Tari ini berfungsi sebagai penyambutan tamu raja dan sebagai hiburan di istana Kerajaan di Pelalawan dengan jumlah penari umumnya 6 sampai 12 orang. Namun saat ini Eksistensi Tari Zapin Pecah Dua belas adalah Warisan Budaya Tak Benda yang mencerminkan identitas budaya masyarakat melayu di Pelalawan, dengan 3 indikator eksistensi yaitu aktivitas kerja, melakukan Latihan rutin yang dilaksanakan disetiap sanggar dan sekolah di Pelalawan, dan memperkenal tari ini ke pada kalangan masyarakat. Memiliki fakta, sesuatu dapat dikatakan eksis jika memiliki fakta, berfungsi sebagai memperkuat identitas budaya Kabupaten Pelalawan yang bersifat hiburan yang dilakukan di Sanggar serta di Sekolah dapat membuat tari zapin pecah dua belas semakin eksis dalam kehidupan masyarakat melayu dan menjadi jati diri Kabupaten Pelalawan dengan mempertahankan keaslian mulai dari ragam gerak,iringan music serta busananya,dan usaha mempertahankan eksistensinya, dengan melibatkan generasi muda,sosial media serta mengikuti acara festival budaya dapat mempertahankan eksistensi tari zapin pecah dua belas dengan cara itu Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Lembaga Adat Melayu serta Sanggar dan Sekolah menjaga eksistensi tari zapin pecah dua belas agar tetap eksis hingga sekarang.
No other version available