Art Original
Tindak Tutur Ekspresif Pada Kolom Komentar Youtube Rocky Gerung “gubernur Ntt Bikin Heboh, Perintahkan Siswa Sma Masuk Jam 5 Pagi. Salah Paham Dunia Pendidikan”
Kecenderungan seseorang yang mengungkapkan tuturan ekspresif di media sosial menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Banyak pengguna yang mengekspresikan dirinya dengan berkomentar pada unggahan video akun seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif pada kolom komentar Youtube Rocky Gerung yang berjudul “Gubernur NTT Bikin Heboh, Perintahkan Siswa SMA Masuk Jam 5 Pagi. Salah Paham Dunia Pendidikan”. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori gabungan dari Searle, Nadar, Leech, dan Tarigan. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Pada penelitian ini yang menjadi sumber data ialah komentar yang terdapat pada Youtube Rocky Gerung “Gubernur NTT Bikin Heboh, Perintahkan Siswa SMA Masuk Jam 5 Pagi. Salah Paham Dunia Pendidikan”. Adapun data yang digunakan ialah tindak tutur ekspresif yang terdapat pada komentar tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah simak, dokumentasi, dan catat. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Burhan Bungin. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 156 tuturan yang teridentifikasi ke dalam tindak tutur ekspresif. Tindak tutur yang dominan ditemukan ialah tindak tutur ekspresif menyalahkan karena kebijakan yang ditetapkan bertentangan sehingga masyarakat meluapkan sikap psikologinya dalam bentuk berkomentar menyalahkan, sedangkan tindak tutur yang tidak ditemukan dari hasil analisis ialah tindak tutur ekspresif menyelak, menyambut, mengampuni, mengucapkan belasungkawa, dan menuduh. Dari analisis pula ditemukan data temuan baru, yakni: menghina, mendukung, ungkapan kekecewaan, terkejut, dan menyedihkan, serta ditemukan beberapa tindak tutur nonliteral dengan tuturan yang dituturkan.
No other version available