Art Original
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Pisang Kepok Di Desa Talontam Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Pisang merupakan salah satu komoditas tanaman holtikultura yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung vitamin yang lengkap. Budidaya tanaman pisang sudah dilakukan agar produksi pisang mencapai nilai optimum. Tujuan penelitian untuk 1) mengidentifikasi karakteristik petani dan profil usahatani pisang kepok, 2) menganalisisi penggunaan faktor produksi, biaya produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani pisang kepok 3) mengidentifikasi saluran pemasaran, biaya pemasaran pisang kepok. Penelitian menggunakan metode survei di Desa Talontam Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus yang berjumlah 15 orang yang terdiri dari 5 orang petani dan 10 orang pedagang pisang kepok. Pengumpulan data usahatani dan analisis pemasaran dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner oleh petani dan pedagang pisang kepok. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata umur petani pisang kepok adalah 41 tahun, tingkat pendidikan selama 11 tahun, pengalaman berusahatani selama 12,6 tahun, jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 jiwa, dengan rata-rata luas yang diusahakan sebanyak 2 hektar. Rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani pisang kepok sebesar Rp 20.263.533 /luas garapan /tahun yang berasal dari rata-rata biaya tetap sebesar Rp 3.925.533/luas garapan/tahun dan rata- rata biaya variabel sebesar Rp 16.311.000/luas garapan/tahun. Rata-rata produksi pisang kepok yang dihasilkan sebanyak 6.400 kg/luas garapan/tahun dengan harga jual rata-rata sebesar Rp 16.000/kg. Rata-rata pendapatan kotor petani pisang kepok sebesar Rp 102.400.000 /garapan/tahun. Total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp 20.263.533 /garapan/tahun sehingga pendapatan bersih yang diterima petani sebesar Rp 82.136.467 /garapan/tahun. R/C rasio diperoleh sebesar 5,05. Pemasaran pisang kepok di Desa Talontam Kecamatan Benai terdiri atas 2 saluran pemasaran. Saluran pemasaran I melibatkan petani menjual ke pedagang pengecer, kemudian ke konsumen akhir. Saluran pemasaran II yaitu petani menjual ke konsumen akhir. Total biaya pemasaran saluran I sebesar Rp 2.500/kg, keuntungan diperoleh sebesar Rp 1.500/kg, efisiensi pemasaran senilai 13%, dan farmer’s share sebesar 83%. Saluran II diperoleh biaya pemasaran sebesar Rp 1.000/kg, keuntungan diperoleh sebesar Rp 1.000/kg, efisiensi pemasaran senilai 6%, dan farmer’s share sebesar 100%.
No other version available