Art Original
PENGARUH FRAUD HEXAGON TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT : KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI PEMODERASI (PADA PERUSAHAAN SEKTOR HEALTHCARE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2022-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh elemen-elemen fraud hexagon terhadap fraudulent financial statement dengan kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2023. Sampel terdiri dari 23 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan total 46 observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan elemen-elemen fraud hexagon berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement. Namun, secara parsial hanya variabel collusion dan change in director yang terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan financial pressure, arrogance, ineffective monitoring, dan change in auditor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh signifikan sebagai variabel moderasi dalam memperlemah hubungan antara fraud hexagon dan fraudulent financial statement. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian eksternal melalui struktur kepemilikan belum cukup efektif dalam mencegah kecurangan pelaporan keuangan, terutama ketika kecurangan melibatkan unsur kolusi dan perubahan kepemimpinan yang strategis dalam perusahaan.
No other version available