Art Original
Implementasi Building Information Modeling (BIM) Dengan Revit Untuk Analisis Quantity Take-Off dan Estimasi Biaya Struktur Gedung Rumah Sakit (Studi Kasus : Gedung Rumah Sakit Kota Pekanbaru)
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, industri konstruksi masih banyak menggunakan metode konvensional seperti AutoCAD dan Excel yang rawan kesalahan dan kurang efisien. Salah satunya terjadi pada proyek perencanaan struktur gedung rumah sakit lima lantai di Pekanbaru, yang belum mengadopsi Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini menggunakan Autodesk Revit untuk menerapkan BIM dalam pemodelan struktur, perhitungan volume (quantity take-off), dan estimasi biaya. Hasilnya dibandingkan dengan metode manual (BOQ eksisting) untuk mengevaluasi efektivitas dan akurasi BIM dalam perencanaan konstruksi. Dari hasil analisis, volume beton Revit sebesar 2.222,08 m³, lebih kecil 15,54 m³ (-0,69%) dibandingkan manual. Volume pembesian Revit sebesar 504.061,01 kg, selisih -14.822,45 kg (-2,86%). Estimasi biaya Revit sebesar Rp 16,97 miliar, lebih hemat Rp 413,95 juta (-2,38%). Selisih ini terjadi karena efisiensi pemodelan, ketelitian input, dan pendekatan teknis yang lebih akurat. Penerapan BIM terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam perencanaan struktur bangunan.
No other version available