Text
Aplikasi Metode Double Exponential Smoothing Untuk Memperkirakan Cadangan Minyak Sisa Di Lapangan M.
Metode exponential smoothing merupakan salah satu teknik peramalan yang paling banyak digunakan di luar industri migas. Formulasi metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950 melalui karya Brown (1959). Metode DES digunakan untuk memperhitungkan data dengan tren, sementara DCA memodelkan penurunan produksi berdasarkan pola tertentu, dan OFM membantu dalam analisis yang lebih mendalam melalui input data laju produksi dan waktu. Perbandingan hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara DES, DCA, dan OFM dalam hal estimasi Estimated Ultimate Recovery (EUR), Remaining Reserves (RR), dan waktu produksi yang tersisa. Hasilnya, DES memberikan EUR sebesar 66,703.05 MSTB dengan RR sebesar 26,444.25 MSTB hingga Oktober 2026, sedangkan DCA menghasilkan EUR sebesar 101.734024 MSTB dengan RR 100.75527 MSTB hingga Januari 2043, dan OFM menghasilkan EUR 101.56 MSTB dengan RR 101.53 MSTB hingga Desember 2042. DES lebih responsif terhadap perubahan jangka pendek, cocok untuk analisis jangka pendek, sementara DCA lebih stabil untuk proyeksi jangka panjang. Dalam praktiknya, kedua metode tersebut dapat digunakan secara komplementer untuk meningkatkan ketepatan peramalan produksi dan cadangan minyak.
No other version available