Art Original
Analisis Usaha Dan Bauran Pemasaran Kerupuk Kulit Kabita Di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan
Pemanfaatan limbah RPH menjadi salah satu usaha agroindustri yaitu usaha
kerupuk kulit sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik
pengusaha dan profil usaha (2) proses produksi, teknologi produksi, biaya
produksi, produksi, pendapatan, efisiensi dan BEP, (3)bauran pemasaran. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini metode survey di usaha kerupuk kulit sapi
Kabita di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru
,dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2022. Analisis data secara
deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Karakteris
menunjukkan bahwa petani dan tenaga kerja termasuk umur produktif, lama
pendidikan pengusaha dan tenaga kerja tergolong dalam SMA yaitu 12 tahun,
pengalaman petani rata-rata 1-5 tahun, jumlah tanggungan keluarga petani ratarata 1-2 jiwa. Usaha agroindustri kerupuk kulit sapi Kabita tergolong dalam
usaha indutri kecil, 2)Proses porduksi kerupuk kulit Kabita dilakukan secara
tradisional mulai dari pencucian bahan baku, pembersihan bulu, penjemuran dan
sampai menjadi kerupuk kulit sapi. Jumlah biaya variabel sebesar Rp. 9.479.000
Per proses produksi. Jumlah biaya tetap yaitu sebesar Rp. 69.655/proses produksi.
Kerupuk kulit sapi yang dihasilkan dalam satu kali proses produksi adalah 159,60
kg Per proses produksi. Pendapatan kotor pengusaha sebesar Rp. 17.556.000.
Sedangkan pendapatan bersih sebesar Rp. 8.027.891 /Proses Produksi Nilai
Return Cost Ratio (RCR) yang diperoleh pada agroindustri kerupuk kulit sapi
sebesar 1,85.3) Bauran pemasaran yang dilakukan oleh Usaha Kerupuk Kulit
Kabita ialah menggunakan beberapa sistem bauran pemasaran yang ada
diantaranya, produk, harga dan distribusi, dan promosi. Produk dibuat dengan
beranekaragam kualitasnya dengan berbagai macam pilihan merek, Sedangkan
harga yang ditentukan yaitu harga disesuaikan dengan kualitas barang, jika barang
berkualitas harga pun tinggi atau sebaliknya, dan distribusi dilakukan dengan
secara langsung dan tindak langsung, hal ini dilakukan guna untuk memermudah
konsumen dalam menjangkau keberadaanya. Sedangkan promosi dilakukan
dengan pembuatan plang nama dan juga lebel atau merek yang ditempel pada
setiap kemasan kerupuk kulit, guna untuk mempermudah konsumen mengenali
kerupuk kulit produksi Kabita tersebut.
No other version available