Text
Analisa Campuran Semen Dan Difa Soil Stabilizer Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Gambut Terhadap Nilai Cbr
Perkembangan kontruksi di Indonesia sering dijumpai masalah teknis yang berkaitan dengan karakteristik tanah. Semakin terbatasnya lahan untuk pembangunan, tanah berkualitas rendah tetap harus dimanfaatkan. Untuk memanfaatkan tanah, diperlukan upaya untuk memperbaikinya. Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki lahan gambut yang luas mencapai 5,09 juta ha. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian laboratorium dengan metode stabilisasi tanah menggunakan campuran tanah, semen, dan bahan additive Difa Soil Stabilizer. Persentase yang digunakan adalah tanah ditambah semen sebesar 5%, 8%, 10% dari berat kering tanah dan campuran bahan aditif Difa Soil Stabilizer dari hasil uji semen maksimum dengan komposisi 1%, 1,5%, 2% dari berat semen. Metode pengujian yang digunakan adalah Standard Proctor dan uji CBR pada kondisi Soaked dan Unsoaked. Hasil pengujian sifat fisik tanah kadar air sebesar 286,658%, berat jenis sebesar 1.444, analisa saringan tertahan pada saringan No.200 sebanyak 97,2 %, kadar serat sebesar 73,4%. Nilai kepadatan pada tanah asli sebesar 4,99 kN/m3, dan pada nilai kepadatan tanah campuran semen dan Difa Soil Stabilizer mengalami kenaikan berat isi kering dan berkurangnya kadar air optimum. Hasil penelitian CBR untuk sampel tanah dalam kondisi Unsoaked tanah asli Teluk Meranti menunjukkan nilai CBR sebesar 4,38% Unsoaked dan Soaked 3,97%. Pada Penelitan tanah dicampur semen nilai yang tertinggi di semen 10% nilai CBR Unsoaked 5,92% dan Soaked 6,77%. Dan pada tanah campuran semen dan Difa Soil Stabilizer tertinggi di semen 10% ditambah 2% additif Difa Soil Stabilizer diperoleh nilai CBR 7,16% untuk kondisi Unsoaked dan Soaked sebesar 8,24%.
No other version available