Text
Analisis Clash Detection Dan Quantity Take Off Berbasis Bim Pada Proyek Perencanaan Gedung (Studi Kasus: Gedung Universitas, Pekanbaru)
Penerapan BIM (Building Information Modeling) dalam perencanaan proyek memungkinkan deteksi dini terhadap potensi clash atau konflik antara sistem struktur maupun dengan sistem lainnya. Hal ini membuat BIM mampu mengantisipasi dan meminimalkan pekerjaan ulang atau tambahan yang dapat memengaruhi estimasi jumlah material. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis clash atau konflik pada desain perencanaan struktur, mengetahui selisih perhitungan volume hasil BIM dengan konvensional, serta mengetahui selisih perhitungan volume hasil BIM setelah perbaikan dengan sebelum perbaikan. Dengan menggunakan software berbasis BIM, dilakukan permodelan 3D dan perhitungan volume menggunakan Autodesk Revit dan dilakukan analisa tabrakan (clash) menggunakan Autodesk Navisworks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu berupa data gambar DED (Detail Engineering Design) dan BOQ (Bill Of Quantity) yang didapat dari pihak Konsultan Perencanaan. Berdasarkan data yang diperoleh melalui metode tersebut, gambar DED dapat dimodelkan menjadi objek 3D menggunakan software Autodesk Revit untuk mendapatkan perhitungan volumenya. Pemodelan 3D yang dihasilkan dari software Autodesk Revit kemudian diekspor ke software Autodesk Navisworks untuk analisis clash detection pada pekerjaan struktur, serta dilakukan perhitungan ulang volume setelah perbaikan clash pada pekerjaan struktur Gedung Universitas. Hasil penelitian menunjukkan tabrakan (clash) antar elemen struktur pada material besi sebanyak 398 clash antar pile cap dengan kolom, 2095 clash antar kolom dengan balok, 2031 clash antar balok dengan balok. Hasil volume beton yang didapatkan menggunakan Autodesk Revit yaitu sebesar 42.94 m³ atau 3.42% lebih efisien dibandingkan perhitungan metode konvensional. Sedangkan hasil volume pekerjaan pembesian menggunakan Autodesk Revit menghasilkan selisih sebesar 16.948,98 Kg atau 6.40% lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional. Setelah perbaikan clash pada tulangan struktur, terjadi perubahan volume dengan selisih sebesar 2,04 kg atau 0,001% dibandingkan volume BIM sebelum perbaikan.
No other version available