Art Original
Analisis Teori Looking Glass Self : Konstruksi Diri Master Of Ceremony Di Kota Pekanbaru
Keberadaan Master Of Ceremony dalam sebuah acara semakin tinggi, profesi MC mulai diakui dan mendapat penghargaan sehingga kini profesi MC berkembang menjadi sebuah profesi yang profitable (menghasilkan). Selain dipandang sebagai profesi yang profitable, profesi MC juga dilihat sebagai profesi yang glamour atau mewah karena memiliki kesempatan untuk dapat bertemu dengan orang-orang penting. Seperti contoh MC yang paling terkenal di Kota Pekanbaru, yakni Vivien Anjadi Suwito, dimana eksistensi Vivien sebagai MC di Pekanbaru sudah tidak diragukan lagi. penampilan di lapangan dan banyaknya konten mengenai MC yang ia sajikan terus menarik perhatian banyak orang terutama masyarakat Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis teori Looking Glass Self MC di Kota Pekanbaru dalam mengonstruksi diri sebagai pembawa acara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitiatif dengan teknik analisis data berupa observasi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vivien merupakan contoh representasi seorang profesional yang mampu mengadaptasi diri dalam beragam jenis acara dan memiliki citra yang kuat di mata masyarakat. Vivien memulai kariernya sebagai MC karena motivasi internal yang berasal dari ketertarikannya untuk tampil di depan umum sejak kecil, didukung oleh keluarga yang akhirnya menerima dan mendukung pilihannya. Media sosial memainkan peran penting dalam karier Vivien. Lebih dari sekedar platform untuk hiburan dan informasi, media sosial digunakan Vivien untuk membangun personal branding, berbagi wawasan, serta memperluas peluang pekerjaan sebagai MC. Vivien berhasil membangun citra dirinya sebagai seorang public figure di media sosial dengan menampilkan karakter yang aktif, pekerja keras, dan senang berbagi pengalaman yang bermanfaat bagi orang lain.
No copy data
No other version available