Art Original
Studi Deskripstif Kesepian Pada Remaja Yang Mengalami Broken Home Di Pekanbaru
Salah satu faktor para remaja mengalami kesepian yaitu faktor keluarga. Pada keluarga yang broken home anak selalu menjadi atau dijadikan korban. Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada rasa kesepian dan dapat mempengaruhi proses pembentukan karakter dan kepribadiannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana gambaran kesepian pada remaja yang mengalami broken home di Pekanbaru. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lima remaja yang berasal dari keluarga broken home di Pekanbaru, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima informan merasakan kesepian akibat perceraian orang tua mereka. Ditinjau dari aspek trait, kedua informan mengalami perubahan perilaku dan emosi. Dari aspek social desirability, kelimanya mengalami perasaan kesepian, pesimisme, serta menjadi remaja yang pendiam dan tertutup. Namun, mereka tetap memiliki keinginan untuk bersosialisasi melalui pertemanan dan kegiatan organisasi. Ditinjau dari aspek depression, kelima informan merasa sangat kecewa dan mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Sebagian dari mereka menerima keadaan tersebut, sedangkan sebagian lainnya masih memendam emosi dan pernah terlintas pikiran untuk bunuh diri.
No other version available