Art Original
Pertunjukan Tari Piring Dalam Prosesi Adat Baaghak Pernikahan Di Desa Gunung Malelo Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Tari piring dalam prosesi adat baaghak merupakan tari yang berasal dari Desa Gunung Malelo Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tari piring dalam prosesi adat baaghak yang ada pada Desa Gunung Malelo Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau, agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dngan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non-participant, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Tari piring memiliki unsur-unsur tari yang terkandung didalamnya sesuai dengan teori yaitu gerak, musik, desain dramatik, dinamika, tema, properti, pemanggungan (staging) dan penonton. Tari piring adalah tari tradisional yang sudah ada dari dahulunya yang turun-menurun dari nenek moyang yang ada di Desa Gunung Malelo sekitar abad ke-18an. Tari piring ini berfungsi sebagai simbol rasa syukur kepada tuhan atas keberkahan yang diterima dalam pernikahan dan juga mencerminkan keharmonisan serta kerja sama antara anggota masyarakat yang terlibat dalam proses adat. Tari piring ini memiliki dua ragam gerak yaitu gerak mengayunkan tangan dan memutar piring.properti yang digunakan yaitu dua piring kecil dan dua cincin. Alat musik yang digunakan dalam tari piring ini yaitu bebano. Tema yang digunakan yaitu menggambarkan kegembiraan masyarakat dan rasa syukurnya keluarga dalam acara pernikahan dengan prosesi adat baaghak. Dinamika dalam tari piring terdiri dari perubahan tempo gerak, level gerak, dan volume gerak. Pemanggungan (staging) dalam tari piring menggunakan panggung arena.Penonton dalam tari piring mengelilingi setiap sudut pertunjukan.
No copy data
No other version available