Text
Government Owned Digital Services To Overcome The Spead Of Covid-19 Case In Indonesia
Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan dalam menjalankan pelayanan publik di masa pandemi COVID-19, tekanan untuk mengimplementasikan solusi layanan berbasis digital agar urusan publik di lingkungan pemerintah berjalan. Penelitian ini menganalisis wacana media sosial untuk memahami produksi bersama layanan publik berbasis digital selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan metode netnografi yang direferensikan dari kumpulan data media sosial Twitter dan dianalisis menggunakan Crirical Discourse analysis untuk menganalisis tanggapan warga terhadap aplikasi pelacak kontak (CTA) (pedulilindungi.id) yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meminimalkan risiko. Penelitian ini berkontribusi pada sektor akuntabilitas untuk pelayanan publik berbasis digital. Penelitian ini memberikan pemahaman ilmiah tentang kepercayaan publik dalam mempengaruhi pengembangan produksi bersama layanan berbasis digital. Studi ini menemukan sentimen masyarakat yang tinggi terhadap aplikasi perlindungan perawatan dan Kurangnya kepercayaan terhadap tindakan pemerintah dalam mengatasi masalah COVID-19, khususnya menjalankan CTA. Tanggapan publik dari pengguna Twitter mengungkapkan kekecewaan dan keraguan bahwa data selalu tidak diperbarui. Selain itu, kesenjangan digital menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang kurang memahami layanan aplikasi yang pedulilindungi.id. Pada akhirnya, dalam penelitian ini memiliki keterbatasan dalam menjaring respon publik secara langsung di luar media sosial untuk mengimplementasikan coproduction layanan berbasis digital. Sebaiknya penelitian lebih lanjut untuk melihat reaksi masyarakat dari pendekatan lain, seperti media sosial di luar Twitter.
No other version available