Text
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah Di Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting,
salah satu sektor pertanian yang menjadi pusat perhatian adalah sektor
hortikulturan, tanaman hortikultura seperti tanaman buah-buahan, tanaman sayuran
dan tanaman hias. Bawang Merah merupakan komoditi hortikultura, kebutuhan
akan bawang merah dimasyarakat selalu tinggi dan tidak bisa diimbangi dengan
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi permintaan bawang merah serta mengukur tingkat elastisitasnya di
Kota Pekanbaru. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental
sampling dengan total 100 sampel, dan analisis data dilakukan dengan regresi linier
berganda menggunakan program SAS (Statistical Analysis System) yang
dilaksanakan di Pasar Tradisional Kota Pekanbaru seperti Pasar Pagi Arengka,
Pasar Kodim, dan Pasar Pusat, penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan. Hasil
penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi R
2
sebesar 0,8007menunjukkan
model memiliki kemampuan penjelas yang tinggi. Dari ketuju variabel yang diteli
terdapat lima variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan bawang
merah, variabel yang berpengaruh adalah Harga Bawang Merah, Harga Bawang
Putih, Harga Cabai Merah, Harga Minyak Goreng, dan Jumlah Anggota Keluarga
yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan, sementara harga bawang
bombay dan pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan. Harga
Bawang Putih dan Jumlah Anggota Keluarga merupakan faktor paling dominan
dalam mempengaruhi permintaan Bawang Merah. Permintaan bawang merah di
Kota Pekanbaru bersifat inelastis terhadap perubahan harga, pendapatan, dan harga
barang lain.
No other version available