HUBUNGAN NARSISME DENGAN KEINGINAN UNTUK TERKENAL PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Keinginan untuk terkenal merupakan fenomena psikologis yang semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, di mana eksistensi dan validasi diri seringkali dikaitkan dengan popularitas di dunia digital. Dalam konteks ini, narsisme menjadi salah satu faktor kepribadian yang diduga memiliki kontribusi terhadap dorongan untuk menjadi terkenal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara narsisme dengan keinginan untuk terkenal pada individu usia dewasa awal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 orang yang berada dalam rentang usia 18–25 tahun, diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Unified Narcissism (Sivanathan dkk., 2024) untuk mengukur tingkat narsisme, dan Skala Keinginan untuk Terkenal (Gountas dkk., 2012) untuk mengukur keinginan responden dalam mencapai ketenaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara narsisme dan keinginan untuk terkenal (p < 0,05), dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,608**. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat narsisme seseorang, maka semakin besar pula keinginannya untuk menjadi terkenal, yang mencerminkan korelasi yang cukup tinggi antara kedua variabel tersebut
No other version available