COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAMPENGEMBANGAN POTENSI WISATA DI DESA TANJUNG BALAM KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengembangan potensi wisata di Desa Tanjung Balam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi faktorfaktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori collaborative governance dari Ansell & Gash (2008) digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance di Desa Tanjung Balam meliputi empat tahapan utama, yaitu kondisi awal, proses dialog tatap muka (face to face dialogue), pembangunan kepercayaan (trust building), serta komitmen terhadap proses kolaborasi (commitment to process). Selain itu, desain kelembagaan diwujudkan melalui peraturan desa yang mengatur peran pemerintah desa, Ninik Mamak, dan masyarakat, serta forum musyawarah desa sebagai wadah komunikasi. Kepemimpinan fasilitatif kepala desa juga menjadi faktor penting dalam mengarahkan kolaborasi berbasis kearifan lokal. Namun, terdapat berbagai hambatan dalam implementasi, seperti minimnya infrastruktur, konflik kewenangan tanah ulayat, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, partisipasi masyarakat yang masih rendah, keterbatasan anggaran, lemahnya komunikasi, dan kurangnya kapasitas kepemimpinan.
No other version available