SECOND ACCOUNT SEBAGAI TEMPAT PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI FITUR INSTAGRAM STORIES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengungkapan diri dan manajemen privasi melalui penggunaan second account instagram melalui fitur instagram stories oleh perempuan Generasi Z di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan konsep Self Disclosure dari Sidney Jourard dan Communication Privacy Management (CPM) dari Sandra Petronio. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini terdiri atas 5 informan perempuan pengguna aktif second account. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pengungkapan diri yang dilakukan oleh pengguna mencakup berbagai hal bersifat pribadi, seperti pengalaman masa lalu, perasaan terhadap orang lain, opini terhadap situasi sosial, serta ekspresi perasaan diri sendiri. Informasi tersebut dibagikan secara jujur dan sesuai dengan kebutuhan emosional yang memberikan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pengguna untuk mengeskpresikan diri. Hal ini mendorong pengguna untuk mengatur pengelolaan batasan privasi di second account seperti melalui pemilihan followers secara selektif, penggunaan fitur close friend, serta penetapan aturan pribadi dalam membagikan informasi tertentu. Meskipun second account dipandang sebagai ruang yang lebih tertutup, pengguna tetap merasakan ketegangan antara keinginan untuk berbagi dan kebutuhan menjaga privasi.
No other version available