Text
ANALISIS SEMIOTIKA PROSESI HANTARAN PERNIKAHAN ADAT MELAYU NATUNA DI KABUPATEN NATUNA
Latar belakang penelitian ini berkaitan dengan fenomena menurunnya pemahaman generasi muda tentang budaya perkawinan simbol hantaran Melayu di Kabupaten Natuna. Padahal simbol-simbol itu mengandung nilai-nilai filosofis serta identitas budaya yang seharusnya dijaga dan diwariskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbol-simbol hantaran pernikahan, seperti tepak sirih, bunga rampai, handuk berbentuk burung, serta mas kawin dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang membagi makna menjadi tiga lapis: denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan observasi non-partisipatif serta wawancara mendalam tokoh adat, pelaku budaya, dan masyarakat yang terlibat dalam prosesi pernikahan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa setiap simbol tidak hanya bersifat estetis dan tradisional, tetapi juga mengandung pesan moral, spiritual, dan sosial yang mencerminkan harapan, penghormatan, dan nilai kebersamaan dalam berumah tangga. Dari hasil penelitian ini, direkomendasikan perlunya sosialisasi dan dokumentasi secara berkelanjutan menggunakan pendidikan serta media digital agar tradisi tersebut dimaknai secara utuh oleh penerus bangsa.
No other version available