Art Original
Analisis Wacana Pemberitaan Penolakan Pengungsi Rohingya di Media Online Kompas.com (Periode Desember 2023)
Kajian ini menginvestigasi bagaimana media digital Kompas.com menciptakan narasi mengenai penolakan terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia dengan memanfaatkan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dipaparkan oleh Norman Fairclough. Pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan dan perlakuan buruk di Myanmar telah menjadi topik yang diperdebatkan di Indonesia, terutama di Aceh. Pada awalnya, tanggapan pemerintah dan masyarakat Indonesia bersifat positif dan berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan. Namun, dengan bertambahnya jumlah pengungsi, muncul berbagai reaksi negatif dari masyarakat yang semakin didukung pemberitaan media. Dalam hal ini, media tidak hanya berfungsi dalam menyebarkan informasi, melainkan juga aktif membentuk pandangan masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi teks dalam artikel Kompas.com yang berkaitan dengan penolakan terhadap pengungsi Rohingya. Data yang dianalisis terdiri dari tujuh artikel yang diterbitkan oleh Kompas.com pada bulan Desember 2023. Pendekatan yang diterapkan adalah analisis kualitatif dengan perspektif AWK Fairclough, yang menekankan pada analisis linguistik dan ideologi teks. Temuan kajian mengindikasikan bahwa Kompas.com memanfaatkan pilihan kata dan struktur narasi yang menampilkan dualitas antara empati dan penolakan terhadap pengungsi. Beberapa artikel memperkuat narasi penolakan dengan menyajikan kutipan yang memiliki karakteristik pelabelan, stereotip, dan menggambarkan pengungsi sebagai ancaman bagi stabilitas. Di sisi lain, terdapat pula artikel yang menekankan sisi kemanusiaan, terutama bagi kelompok yang paling rentan seperti perempuan dan anak-anak. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemberitaan Kompas.com cenderung menunjukkan ketegangan antara kepentingan nasional, pandangan publik, dan nilai kemanusiaan global. Oleh karena itu, penting bagi media untuk lebih introspektif dalam membahas isu-isu sensitif seperti pengungsi, sehingga tidak membangun stigma dan diskriminasi terhadap kelompok yang rentan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam memahami peran media dalam penciptaan wacana sosial-politik.
No other version available