Text
Analisis pengaruh penambahan bakteri bacillius cereus terhadap kuat tarik pada beton self healing
Beton merupakan salah satu material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki sifat mekanik yang baik serta menawarkan efisiensi dari sisi biaya. Meskipun demikian, timbulnya retak mikro pada beton masih menjadi permasalahan signifikan yang dapat menurunkan tingkat durabilitas struktur sekaligus mempercepat proses korosi pada tulangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas penambahan bakteri Bacillus cereus pada beton self-healing dalam meningkatkan kuat tarik belah. Variasi konsentrasi bakteri yang digunakan meliputi 1%, 2,5%, dan 5%, dengan pengujian dilakukan pada umur perendaman 7 hari dan 28 hari. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkaya pemahaman terkait kinerja beton yang memanfaatkan agen biologis, serta berkontribusi terhadap pengembangan teknologi beton berkemampuan pemulihan mandiri sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan umur layan struktur.
Bab ini menguraikan landasan teori yang meliputi komposisi, sifat mekanik, serta metode pengujian beton, termasuk pengujian kuat tarik dan slump test. Kajian difokuskan pada pemanfaatan Bacillus cereus sebagai agen self-healing dalam beton, yang berperan dalam menghasilkan endapan kalsium karbonat (CaCO?) untuk menutup retakan mikro. Selain itu, dibahas pula metode ekstraksi bakteri secara konvensional serta karakteristik material penyusun beton. Tinjauan terhadap hasil penelitian terdahulu juga disajikan untuk memperkuat bukti efektivitas beton self-healing dalam meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap retakan. Dengan demikian, bab ini memberikan landasan konseptual yang mendukung proses analisis pada penelitian eksperimental selanjutnya.
Bab ini memaparkan hasil pengujian terhadap sifat fisik agregat yang meliputi gradasi, berat jenis, kadar air, kadar lumpur, serta berat volume. Seluruh parameter tersebut memenuhi ketentuan yang tercantum dalam standar ASTM C33 maupun SNI. Perancangan campuran beton dilakukan dengan variasi penambahan Bacillus cereus sebesar 1%, 2,5%, dan 5%. Hasil pengujian menunjukkan nilai slump sebesar 600 mm pada seluruh variasi, yang mengindikasikan tingkat workability sangat baik. Pada pengujian kuat tarik belah beton umur 7 hari, terjadi peningkatan performa, dengan nilai tertinggi dicapai pada variasi 5% yaitu sebesar 12,305 MPa. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas penambahan Bacillus cereus dalam meningkatkan kekuatan awal beton sebagai material self-healing.
No other version available