Kemiskinan Nelayan DiKecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Penelitian ini membahas tentang Kemiskinan Nelayan di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) Karakteristik nelayan dan profil usaha tangkapan, (2) Faktor-faktor penyebab kemiskinan, (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil tangkapan nelayan, serta (4) Kriteria kemiskinan nelayan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS), dan pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan berada pada usia produktif (rata-rata 49 tahun) dengan pengalaman melaut selama 18 tahun. Rata-rata jumlah anggota keluarga adalah lima jiwa, dengan dua orang tenaga kerja dalam satu unit usaha. Modal usaha sebagian besar berasal dari dana pribadi, alat tangkap yang digunakan umumnya berbasis teknologi modern. Jenis ikan yang ditangkap sangat bergantung pada jenis alat tangkap yang digunakan. Faktor utama penyebab kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan, tingginya jumlah tanggungan keluarga, ketiadaan pekerjaan alternatif, serta keterbatasan dalam pemilihan jenis alat tangkap. Variabel yang diteliti meliputi, karakteristik nelayan (X1), kondisi sosial ekonomi (X2), lingkungan dan musim (X3), serta teknologi (X4), dengan hasil tangkapan nelayan sebagai variabel terikat (Y1). Hasil uji menunjukkan bahwa ke empat variabel tersebut secara simultan memiliki hubungan positif terhadap hasil tangkapan dengan koefisien determinan ("R" ^"2" ) sebesar 0,871. Variabel yang berpengaruh signifikan pada "?" = 0,05 adalah Lingkungan dan Musim (X3) serta Faktor Teknologi ("X" _"4" ). Berdasarkan kriteria Bank Dunia dan Sayogyo, nelayan di Kecamatan Bengkalis tergolong dalam kategori tidak miskin
No other version available