Dampak Perang Dagang Amerika Serikat - Tiongkok Terhadap Perekonomian Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap perekonomian Indonesia. Perang dagang yang mencuat sejak 2018 dan kembali mengalami eskalasi pada tahun 2025 menjadi salah satu dinamika ekonomi global yang berdampak luas, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap kedua negara tersebut dalam hubungan perdagangan internasional. Dalam konteks ini, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kestabilan sektor ekspor-impor, nilai tukar rupiah, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, dengan analisis berdasarkan perspektif neoliberalisme yang menekankan pentingnya kerja sama internasional dan peran institusi global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang dagang berdampak kontradiktif: menurunkan volume perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, namun juga membuka peluang diversifikasi mitra dagang dan ekspansi pasar ekspor ke negara lain. Di tengah tekanan eksternal, Indonesia dituntut untuk memperkuat posisi ekonominya melalui reformasi kebijakan yang responsif dan terarah. Dalam hal ini, peran aktif pemerintah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong daya saing ekonomi nasional di kancah global
No other version available