Text
Pengaruh Penggunaan Fosil Kayu (Petrifiet Wood) Sebagai Pengganti Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Pada Beton K 225
Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang sangat penting dalam industri pembangunan. Keberlanjutan produksi beton menghadapi tantangan akibat tingginya kebutuhan material yang umumnya berasal dari alam seperti aggregat kasar. Penggunaan agregat kasar dari sumber daya alam semakin menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan dan dampaknya terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Penelitian ini berfokus pada penggunaan fosil kayu (Petrifiet Wood) sebagai substitusi agregat kasar dalam pembuatan beton. Fosil kayu (Petrifiet Wood) merupakan sisa-sisa kayu yang telah terpreservasi dalam waktu yang lama, memiliki sifat yang ringan dan berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam produksi beton. Penelitian ini menggunakan sampel berbentuk silinder. Persentase bahan substitusi fosil kayu (Petrifiet Wood) yang digunakan sebesar 0%, 50%, 75% dan 100% dari total berat aggregat kasar. Setiap variasi campuran fosil kayu menggunakan 3 sampel. Metode yang digunakan untuk perhitungan campuran beton (Mix Design) berdasarkan SNI 7656-2012 dan penguijan kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian Analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi proporsi fosil kayu (Petrifiet Wood) yang diberikan didapatkan hasil nilai slump turun menurun. Penurunan tersebut disebabkan oleh permukaan fosil kayu (Petrifiet Wood) yang halus atau licin, sehingga beton kemampuan beton untuk mengalir menjadi lebih mudah. Hasil dari pengujian kuat tekan beton mengalami penurunann yaitu 28,40 MPa (Beton Normal), 23,40 MPa (50% fosil kayu), 22,93 MPa (75% fosil kayu) dan 19,34 MPa (100% fosil kayu). Meskipun terjadi penurunan, kuat tekan beton yang dihasilkan masih memenuhi standar perencanaan mix design yang ditetapkan, yaitu sebesar 19 MPa.
No other version available