Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau
Padi merupakan salah satu komoditi yang dapat membantu perekonomian masyarakat di Kecamatan Tualang dengan adanya potensi lahan sebagai pendukung faktor produksi. Usahatani padi sawah ini merupakan bisnis yang potensial dan menguntungkan untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1) Karakteristik dan profil petani padi sawah di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, 2) penggunaan faktor produksi, biaya produksi, produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani padi sawah, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel 30 petani atau 50% dari jumlah petani yang ada di Kecamatan Tualang. Penentuan jumlah sampel digunakan teori Walpole. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dimulai dari bulan Maret sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Umur petani rata-rata 47 tahun artinya tergolong usia produktif, lama pendidikan 11 tahun (SMA), Pengalaman berusahatani 9 tahun dan rata-rata jumlah anggota keluarga 3 orang. Rata-rata jumlah modal yang digunakan sebesar Rp. 6.047.742. (2) Penggunaan faktor produksi dalam usahatani padi yaitu luas lahan dengan rata-rata 0,86 ha. Rata-rata tenaga kerja dalam keluarga sebanyak 8,48 HOK/Garapan/MT dan tenaga kerja luar keluarga sebanyak 11,67 HOK/Garapan/MT. Rata-rata benih yang digunakan sebanyak 31,6 Kg/Garapan/MT. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Urea 81,50 Kg/Garapan/MT, SP-36 49,17 Kg/Garapan/MT dan kCl 31,33 Kg/Garapan/MT. Sedangkan jenis pestisida yang digunakan adalah pestisida Sidatan sebanyak 0,17 Lt/Garapan/MT, Total biaya penyusutan alat yaitu Rp 297.439 Garapan/MT. Biaya variabel sebesar Rp. 5.750.303, biaya produksi sebesar Rp 6.047.742 Garapan/MT. Pendapatan Kotor sebesar Rp 13.771.200 Garapan/MT. Pendapatan Bersih sebesar Rp.7.723.458 Garapan/MT, diperoleh RCR sebesar 2,22 artinya usahatani padi sawah di Kecamatan Tualang layak untuk diusahakan. (3) Faktor–faktor produksi yang berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi padi sawah adalah luas lahan dan pupuk
No other version available