Text
Analisis Stabilitas Abutment Sisi Rantau Kasih Jembatan Rangka Baja Rantau Kasih Kabupaten Kampar
Dalam membangun suatu infrastuktur seperti jembatan banyak hal yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah pondasi. Karena pondasi yang kuat akan menghasilkan bangunan yang kokoh. Hal ini disebabkan karena pondasi sebagai dasar bangunan harus mampu memikul seluruh beban-beban lain yang bekerja serta meneruskannya ke dalam tanah keras. Sementara permasalahan yang kerap terjadi pada pondasi biasanya berkaitan dengan lemahnya kuat dukung tanah yang mengakibatkan penurunan pondasi berlebihan dan tidak merata, hal ini lah yang dapat menyebabkan keruntuhan pada jembatan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis kuat dukung aksial dan lateral tiang pancang secara analitis & numeris kemudian dibandingkan dengan hasil uji PDA serta untuk mengetahui stabilitas abutment 2 (sisi Rantau Kasih). Adapun data yang digunakan pada penelitian ini diantaranya yaitu data SPT, CPT & PDA. Motode yang digunakan diantaranya yaitu kuat dukung aksial tiang tunggal dianalisa berdasarkan data SPT menggunakan metode Luciano Decourt, berdasarkan data CPT menggunakan metode Aoki & De Alencar, dan MEH 2D, Kuat dukung lateral menggunakan metode Broms dan MEH 2D, Kuat dukung tiang kelompok menggunakan metode Converse Labbare Formula, untuk penurunan tiang, defleksi tiang, dan stabilitas lereng dianalisa menggunakan MEH 2D. Hasil analisa diperoleh kuat dukung aksial menggunakan metode Luciano Decourt sebesar 9432,92 kN, metode Aoki dan De Alencar sebesar 4492,17 kN, MEH 2D sebesar 3236,81 kN, Kuat dukung lateral metode Broms sebesar 3306,08 kN dan MEH 2D sebesar 2962,80 kN. Untuk kuat dukung tiang kelompok metode Luciano Decourt sebesar 113761,02 kN dan motede Aoki De Alancer sebesar 54175,57 kN, Untuk hasil analisa MEH 2D diperoleh penurunan tiang sebesar 0,05277 cm, defleksi tiang sebesar 1,195 cm, dan faktor aman lereng sebesar xvii 7,059. Dari hasil analisa yang dilakukan bahwa kuat dukung tiang mampu memikul beban aksial sebesar 586,82 kN dan beban lateral 419,72 kN. Penurunan, defleksi dan stabilitas lereng masih dalam batas yang diizinkan. Dimana penurunan izin tiang sebesar 15,667 cm, defleksi izin tiang sebesar 20 cm, dan faktor aman izin lereng sebesar 1,5.
No other version available