Text
KEIMANAN DAN KESABARAN TERHADAP SUBJEKTIF WELL- BEING PADA MAHASISWA MUSLIM
Keimanan kepada Allah merupakan satu-satunya jalan untuk melepaskan kebingungan dan kegelisahan. Kesabaran merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan, mengatur, mengarahkan pikiran, tindakan, perasaan, dan mengatasi masalah atau kesulitan dengan berdasarkan pada etika serta moral yang berlaku. Sedangkan subjective well being adalah individu mengunakan keyakinan dan praktik agamanya sebagai strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keimanan dan kesabaran terhadap subjective well-being pada mahasiswa muslim. Subjek penelitian berjumlah 293 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu digunakan Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling. Probability Sampling Metode pengumpulan data menggunakan skala keimanan adaptasi dari Safaria (2018) yang berjumlah 13 aitem, skala kesabaran adaptasi dari Hidayat et al., (2023) yang berjumlah 40 aitem, dan skala subjective well-being adaptasi dari Khairuddin (Khairuddin, 2019) yang berjumlah 25 aitem. Data di analisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan software smartPLS 4.0 M4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keimanan dan kesabaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat subjective well-being pada mahasiswa muslim. Artinya, semakin tinggi keimanan dan kesabaran yang dimiliki maka semakin tinggi tingkat subjective well-being pada mahasiswa.
No other version available