Text
Analisis Usahatani Dan Efisiensi Produksi Nanas Pada Lahan Gambut Di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Analisis Usahatani dan Efisiensi Produksi Nanas pada Lahan Gambut di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. Marliati, M.Si dan Dr. Hamdi Agustin, SE, M.M. Agrbisnis nanas di Kabupaten Bengkalis memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena didukung oleh keanekaragaman hayati, ketersediaan lahan pertanian, agroklimat atau iklim yang sesuai, ketersedian tenaga kerja, dan ketersedian pasar. Produksi nanas di lahan gambut selama ini masih rendah dan menyebabkan ketidakseimbangan produksi dan permintaan nanas. Selain itu usahatani nanas di lahan gambut masih diusahakan dengan sistem tumpangsari. Tujuan penelitian ini adalah (1)menganalisis karakteristik petani dan profil usahatani nanas, (2)menganalisis usahatani nanas, (3)faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah produksi nanas, serta (4)tingkat efisiensi produksi nanas di Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang dengan multistage sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur petani berada pada usia produktif yaitu 46 tahun. Pada umumnya tingkat pendidikan petani cukup tinggi yaitu lulusan SMA. Lahan garapan nanas sebagian besar merupakan milik sendiri dan jumlah anggota keluarga pada umumnya berjumlah 4-5 orang. Rata-rata petani mempunyai pengalaman usahatani selama 11,79 tahun. Luas lahan yang dimiliki petani adalah sebesar 0,56 ha. Penggunaan bibit rata-rata sebanyak 7.376 batang/ha, tenaga kerja sebanyak 40,98 HOK/ha dengan persentase terbesar penggunaan tenaga kerja pada persiapan lahan (17,91%). Penggunaan pupuk oleh petani yaitu urea sebanyak 52,31 kg/ha, ZA sebanyak 22,95kg/ha, tembaga sulfat sebanyak 10,96kg/ha, dan NPK sebanyak 45,13kg/ha, penggunaan ethrel rata-rata sebesar 39,92 ml/ha dan herbisida sebanyak 88,28 ml/ha. Total biaya produksi usahatani rata-rata sebesar Rp.9.928.005/ha. Rata-rata produksi nanas adalah sebesar 5.677 kg/ha. Harga rata-rata nanas per buah adalah Rp.2.500, sehingga total penerimaan sebesar Rp.14.191.833 dan rata-rata keuntungan yang diterima petani adalah sebesar Rp.4.893.828 perhektar/tahun dan nilai kelayakan (R/C) sebesar 1,52. Secara serempak variabel luas lahan, jumlah bibit, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk, jumlah ethrel dan jumlah pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi nanas dengan mampu menjelaskan sebesar 94,2%. Variabel jumlah bibit dan jumlah pupuk NPK signifikan dan berpengaruh secara nyata terhadap produksi pada ? = 5%. Variabel luas lahan dan tenaga kerja signifikan dan berpengaruh nyata pada ? = 10%. Rata-rata tingkat efisiensi teknis usahatani nanas adalah sebesar 0,978, tingkat efisiensi biaya (alokatif) sebesar 0,343 dan tingkat efisiensi ekonomis adalah sebesar 0,405 sehingga usahatani nanas pada lahan gambut di Kabupaten Bengkalis belum efisien baik secara teknis, alokatif maupun ekonomis.
No other version available