Art Original
Kinerja Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Fisik Desa (studi Di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi)
KINERJA PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN FISIK DESA (STUDI DI DESA UJUNG TANJUNG KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI) ABSTRAK Nur Azizah Salah satu bentuk tugas dan fungsi desa atau pemerintah desa adalah pembangunan fisik desa. Dalam pembangunan fisik desa terdapat masalah di Balai Pertemuan dan Jalan Usaha Tani. Untuk mengetahui hal itu diperlukan kinerja pemerintah desa dan faktor penghambat di Desa Ujung Tanjung. Teori yang digunakan untuk menganalisa kinerja pemerintah desa adalah teori Mahsun (2014) dengan indikator input, proses, output, outcome, benefit dan impact. Masukan berupa bahan, pekerja, waktu dan biaya. Proses lebih ke pengawasan dan perbaikan yang terjadi. Keluaran mengenai lama waktu pengerjaan dan penyelesaaian sesuai target. Hasil berupa sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan penggunaan dana tepat. Manfaat lebih ke tingkat kepuasan masyarakat dan kegunaannya sedangkan dampak lebih ke kendala, permasalahan dan solusi. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisa data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Balai Pertemuan baru terlaksana, perbaikan yang dilakukan berupa pengecatan, pergantian beberapa lantai dan pembuatan tangga. Pada semenisasi Jalan Usaha Tani telah terlaksana akan tetapi semenisasi yang dilakukan kurang dari 300 m. Faktor penghambat yang sering didapatkan dalam pembangunan desa ialah kewenangan pemerintah desa yang terbatas, keuangan baik itu dana desa ataupun APBD, tuntutan yang berasal dari masyarakat. Sebaiknya perangkat desa dapat mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan fisik desa, pembinaan pengelolaan dana desa, dan transparan. Sehingga dalam roda pembangunan pemerintahan desa untuk pembangunan desa fisik dapat berjalan dengan optimal. Kata kunci : Masyarakat, pemerintah, pembangunan fisik
No other version available