Text
MAKNA SIMBOL DARI DULANG DALAM TRADISI JOLANG MANJOLANG MASYARAKAT KABUN KABUPATEN ROKAN HULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna simbolik dari dulang dalam tradisi Jolang Manjolang yang dijalankan oleh masyarakat di Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan dan memiliki makna sosial serta religius yang mendalam dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi visual. Informan utama dalam penelitian ini adalah datuk tertua yang dianggap memiliki pengetahuan mendalam dan otoritas terhadap pelaksanaan serta makna-makna simbolik dalam tradisi tersebut. Penelitian dianalisis menggunakan teori semiotika dari James Spradley yang membagi tanda menjadi tiga aspek: ikon, indeks, dan simbol. Dulang sebagai ikon mencerminkan bentuk fisik dan isi yang melambangkan penghormatan, kesetaraan, serta penguatan hubungan silaturahmi antar keluarga dan komunitas. Sebagai indeks, perpindahan dulang dari satu rumah adat ke rumah lainnya mencerminkan struktur sosial dan semangat kebersamaan dalam masyarakat. Sementara itu, sebagai simbol, keberadaan elemen-elemen seperti tudung, kain, dan cermin memiliki makna yang dalam, seperti kesopanan, identitas adat, refleksi diri, serta nilai-nilai keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dulang tidak hanya berfungsi sebagai wadah atau perangkat upacara, melainkan sebagai media komunikasi simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan identitas kolektif masyarakat Kabun secara menyeluruh dan turun-temurun.
No other version available