Text
Makna Kebahagiaan bagi Perempuan yang belum Menikah pada usia 30-35 tahun
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kebahagiaan pada perempuan yang belum menikah pada usia 30–35 tahun. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya stigma sosial yang seringkali menyudutkan perempuan dewasa yang belum menikah, meskipun mereka tetap dapat merasakan kebahagiaan melalui cara-cara yang bermakna bagi diri mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif, dan melibatkan dua informan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan bagi perempuan yang belum menikah berkaitan erat dengan rasa syukur, kemandirian, dukungan sosial, dan kebebasan dalam menjalani hidup. Subjek penelitian menemukan kebahagiaan melalui hubungan yang hangat dengan keluarga, pencapaian dalam karier, kegiatan yang menyenangkan secara personal, serta penerimaan diri terhadap status lajang. Meskipun terdapat tekanan budaya dan sosial, kedua informan mampu mempertahankan kebahagiaan dengan membangun pandangan hidup yang positif dan realistis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa status pernikahan bukan satu-satunya faktor penentu kebahagiaan, melainkan makna kebahagiaan dapat dibentuk secara subjektif melalui pengalaman, persepsi diri, dan lingkungan yang mendukung.
No other version available