Text
Hubungan ntara Stres Kerja dengan Perilaku Cyberloafing Pada Pegawai Dinas X Kota Pangkalan Kerinci.
Di era digital saat ini, perkembangan internet semakin meningkat, penggunaan internet di tempat kerja semakin meningkat seiring dengan meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi. Para pekerja mengandalkan internet untuk berbagai kebutuhan mereka, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kegiatan pribadi (Lim & Chen, 2012). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif Kolerasional. Skala yang digunakan adalah skala likert, Populasinya 51 pegawai dinas x kota pangkalan kerinci Sampel dalam penelitian ini 51 orang pegawai dinasVariabel dalam penelitian ini terdiri dari, yaitu:Variabel Bebas (X): Stres Kerja Variabel Terikat (Y). Dapat dilihat dari dapat dilihat dari Correlation = 0,275. Berdasarkan kriteria keputusan jika Sig. ? 0.05, maka terdapat hubungan signifikansi antara stress kerja dengan cyberloafing. Hubung an tersebut membuktikan bahwa semakin tinggi stres kerja semakin tinggi pula Tingkat cyberloafing. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa 18 responden (40,3%) memiliki Stress Kerja kategori sedang dan 18 responden (35,3%) memiliki tingkat perilaku Cyberloafing kategori sedang.
No other version available