ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of IMPLEMENTASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-K/2012 TERHADAP HUTAN ADAT RUMBIO DAN BULUH CINA
Bookmark Share

Text

IMPLEMENTASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-K/2012 TERHADAP HUTAN ADAT RUMBIO DAN BULUH CINA

EDI SUSANTO - Personal Name; SYAFRIADI, - Personal Name;

Hutan adat di Indonesia memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat hukum adat, terutama dalam hal mengelola sumber daya alam dan mempertahankan budaya. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 menjadi pijakan hukum bagi pengakuan dan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat atas tanah dan sumber daya alam, termasuk hutan adat. Namun, pelaksanaannya di lapangan sering menghadapi tantangan, terutama dalam konteks pengelolaan hutan di wilayah Rumbio dan Buluh Cina. Rumusan masalah dalam penelitian ini, bagaimana kedudukan hukum hutan adat berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 dalam memberikan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat? Serta agaimana implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 terhadap hutan adat oleh pemerintah di wilayah Rumbio dan Buluh Cina? Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif, yang mengedepankan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen hukum, dan pendapat para ahli untuk mengevaluasi implementasi keputusan Mahkamah Konstitusi serta kedudukan hukum hutan adat di Indonesia. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 memberikan landasan yang kuat terhadap pengakuan hak masyarakat hukum adat, termasuk pengelolaan hutan adat. Akan tetapi, implementasinya di lapangan, khususnya di Rumbio dan Buluh Cina, menunjukkan adanya ketidakselarasan antara kebijakan pemerintah dan praktik di masyarakat. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya koordinasi antara instansi pemerintah, serta kurangnya pemahaman tentang hak-hak masyarakat hukum adat di kalangan pemangku kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sosialisasi dan pendidikan hukum kepada pemangku kepentingan untuk mendukung pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat.


Availability
#
Ilmu Hukum (pascasarjana) Location name is not set
ETD2222II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
-
Language
Indonesia
NPM
231022148
Publisher
Hukum Tata Negara : Universitas Islam Riau., 2025
Keyword(s)
Kata Kunci : Hutan Adat, Mahkamah Konstitusi, Perl
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?