Text
Analisis Wacana Palestina dan Israel dalam Piers Morgan Uncensored Part: 2 Andrew Tate talk Palestine and Israel with Piers Morgan
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana yang terdapat dalam Piers Morgan Unsensored Part 2: Andrew Tate Talks Palestine and Israel with Piers Morgan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan analisis wacana Teun A. Van Dijk dengan menggunakan analisis teks struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro. Subjek dalam penelitian yakni video Youtube dari Piers Morgan Unsensored Part 2: Andrew Tate Talks Palestine and Israel with Piers Morgan dengan objeknya adalah pembicaraan Andrew Tate dan Piers Morgan. Pengumpulan data menggunakkan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dalam pemeriksaan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam analisis wacana pada analisis teks struktur makro tema yang diangkat adalah pandangan Andrew Tate dan Piers Morgan mengenai konflik dan bagaimana media membingkai isu dalam konflik tersebut, Andrew menyebut tindakan Israel sebagai genosida sementara Piers menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri Israel dari serangan Hamas. Pada supertruktur perbedaan pendapat dalam argumen yang disampaikan oleh keduanya, dimana Andrew menitikkan pada pentingnya moralitas dalam tindakan yang diambil oleh Israel dengan menghindari pembunuhan terhadap warga sipil, dan Piers yang membela tindakan Israel sebagai respon atas teror yang dilakukan oleh Hamas. Pada struktur mikro, semantik menunjukkan adanya dua sudut pandang yang berbeda dan bertentangan antara Andrew Tate dan Piers Morgan, sintaksis menggambarkan bagaimana kontruksi kalimat dapat memperkuat argumen, stilistik menggambarkan bagaimana gaya Andrew Tate dan Piers Morgan dalam menyampaikan pernyataan yang kemudian memperjelas bagaimana posisi mereka selama pebicaraan berlangsung, dan retorika yang menggambarkan bagaimana emosi dan bahasa yang persuasif dapat mempengaruhi audiens.
No other version available