Text
Gambaran keterampilan komunikasi interpersonal guru dalam mengajar SLB
Komunikasi, menurut definisinya, bersifat interaktif dan selalu berlangsung dalam suatu hubungan. Ini berarti bahwa kita memerlukan teori-teori interaksi untuk memahaminya dan membedakan antara komunikasi yang efektif dan tidak efektif. Ini juga berarti bahwa kualitas hubungan dan kualitas komunikasi sangat berkaitan erat satu sama lain. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah pendidik yang memiliki keahlian dalam menangani siswa dengan kebutuhan khusus, baik di kelas reguler maupun inklusif. Guru ABK berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pendamping yang membantu siswa mencapai potensi maksimal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keterampilan komunikasi interpersonal guru dalam mengajar SLB. Informan dalam penelitian berjumlah 2 orang yang berprofesi sebagai guru abk di SLB. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu menggunakan Wawancara dan Observasi. Jenis penelitian ini yaitu Studi Kasus. Teknik analisa data yang digunakan adalah data collection, data reduction, data display, dan conclucion drawing. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menunjukkan tingkat kesadaran diri yang tinggi dalam menjalankan peran mereka. Mereka menyadari bahwa mengajar siswa ABK membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar menyampaikan materi, yakni dengan menyesuaikan cara komunikasi, memahami emosi siswa, dan mengelola perasaan pribadi secara bijak. Respons emosional guru dalam menghadapi berbagai tantangan juga sangat positif—mereka menunjukkan empati, kesabaran, dan keterbukaan terhadap masukan dari orang tua dan rekan sejawat. Komunikasi interpersonal yang adaptif, sabar, dan empatik terbukti tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga menjadi alat penting dalam membantu regulasi emosi dan perilaku siswa di kelas.
No other version available