Text
ANALISIS SEMIOTIKA TOXIC MASCULINITY PADA FILM THE IRON CLAW KARYA SEAN DURKIN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi toxic masculinity dalam film The Iron Claw (2023) karya Sean Durkin. Isu toxic masculinity didasari oleh konstruk sosial dan ideologi pada sistem sosial patriarki yang menekan laki-laki untuk memenuhi suatu standar maskulinitas tradisional yang membatasi sikap, perilaku, hingga kekuatan fisik dan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tahapan denotasi, konotasi dan mitos, serta teori maskulinitas tradisional oleh Chafetz (1978) sebagai kerangka teoritis. Objek dalam penelitian ini adalah film The Iron Claw, dengan subjek penelitian adalah konsep toxic masculinity. Data diperoleh dari dua belas adegan yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan tema maskulinitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa enam dari tujuh karakteristik maskulinitas tradisional menurut Chafetz, yakni karakter fisik, emosional, fungsi, interpersonal, kecerdasan, dan karakteristik personal lainnya direpresentasikan dalam film ini melalui tekanan dalam keluarga, hubungan antar karakter, dan narasi sosial yang dibangun. Representasi ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai maskulin yang toksik tidak hanya membentuk perilaku tapi juga berdampak pada kesehatan mental dan dinamika keluarga para karakter. Penelitian ini diharapkan mampu membentuk kesadaran bagi masyarakat terhadap konstruk maskulinitas toksik, juga dapat menjadi kontribusi dalam memahami bagaimana media turut merepresentasikan konstruksi gender, khususnya maskulinitas, serta dampak sosial yang dapat muncul dari nilai-nilai maskulinitas tradisional yang terlalu kaku dan toksik.
No copy data
No other version available