Text
FUNGSI KESENIAN BARONGSAI PADA MASYARAKAT TIONGHOA DI KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU PROVINSI RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fungsi Kesenian Barongsai Pada Masyarakat Tionghoa Di Kecamatan Payung Sekaki Provinsi Riau. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Allan P Merriam (1964:219:227) mengatakan bahwa kesenian memiliki fungsi yaitu 1) fungsi komunikasi 2) fungsi hiburan 3) fungsi perlambangan 4) fungsi pengintegrasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan data kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang. Fungsi komunikasi kesenian Barongsai di Kecamatan Payung Sekaki dapat dilihat melalui gerakan dan penampilan dari barongsai dan pemain tersebut. Gerakan bela diri wushu dan kostum dari pemain dan barongsai. Fungsi hiburan kesenian Barongsai di Kecamatan Payung Sekaki tidak hanya dipentaskan pada saat hari besar Imlek saja, melainkan acara lain seperti, pesta pernikahan, peresmian suatu perusahaan, dan menyambut tamu. Fungsi perlambangan kesenian Barongsai di Kecamatan Payung Sekaki dapat dilihat dari beberapa simbol dari Barongsai tersebut, seperti simbol keberanian dan kekuatan ditandai dengan jenggot di dagu Barongsai dan simbol kemakmuran dan keberuntungan ditandai dengan telinga dan ekor. Fungsi pengintegrasi masyarakat kesenian Barongsai di Kecamatan Payung Sekaki tentunya menimbulkan rasa kebersamaan yang terjalin antara pemain dan penonton, itu menandakan bahwa adanya integritas masyarakat dalam kesenian Barongsai
No other version available