Text
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA DI SMA 01 TEMBILAHAN HULU
Remaja berada pada fase perkembangan yang penuh tantangan, terutama dalam aspek emosional dan sosial. Kemampuan mengelola emosi dan bersikap terbuka menjadi keterampilan penting untuk membangun hubungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan self-disclosure pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah 297 siswa SMA Negeri 01 Tembilahan Hulu yang berusia 15–18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling berdasarkan kriteria usia remaja dan status aktif sebagai siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional dan skala self-disclosure yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner cetak yang diisi langsung oleh responden dengan pendampingan peneliti. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan self-disclosure (r = 0,134; p = 0,021). Meskipun kekuatan korelasinya tergolong rendah, hasil ini tetap menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional remaja, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk terbuka dalam menyampaikan informasi pribadi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah, guru BK, dan orang tua dalam merancang program yang mendukung perkembangan sosial-emosional remaja secara adaptif dan sehat.
No other version available