Text
PENGARUH PENAMBAHAN NACL TERHADAP PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK DENGAN PEMANFAATAN BAKTERI BACILLUS SP PADA BATU PASIR (SINTETIS) MENGGUNAKAN METODE IMBIBISI SEBAGAI APLIKASI MEOR
Salah satu metode EOR adalah penginjeksian menggunakan microorganisme bakteri yang dikenal sebagai MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery). Microbial adalah mikroorganisme yang mampu biosurfaktan yang dapat mengurangi tegangan antar muka, sehingga dapat meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mikroorganisme yang bisa digunakan dalam MEOR adalah Bakteri Bacillus Sp yang mampu menghasilkan enzim lipopeptide, dimana enzim tersebut memiliki karakteristik surfaktan yang baik dan agen aktif dalam menurunkan tegangan antar permukaan. Bakteri yang akan digunakan yaitu Bacillus Sp A (bakteri yang dikembangbiakkan dan diremajakan sendiri) dan Bacillus Sp B (bakteri komersial). Penelitian ini menggunakan penambahan NaCl terhadap Bacillus Sp dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl terhadap efektivitas bakteri Bacillus Sp dalam meningkatkan recovery factor. Penelitian ini terdiri dari beberapa proses yaitu pembuatan, penjenuhan dan pengukuran porositas core sintetis, peremajaan bakteri, suspensi bakteri, pengujian imbibisi, serta pengujian FTIR. Pengujian imbibisi dilakukan selama 14 hari dengan temperature 80?. Penambahan NaCl pada bakteri dengan konsentrasi 10% NaCl memberikan peningkatan efisiensi MEOR, dimana terjadi peningkatan perolehan minyak hingga 18.60% dengan perbandingan recovery factor awal adalah 0%, pada temperatur yang sama. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan NaCl dalam kadar yang tepat dapat meningkatkan efektivitas bakteri Bacillus Sp.
No other version available