Text
Penerapan Metode Theory Run Untuk Perhitungan Dan Pesebaran Kekeringan Pada DAS Siak Provinsi Riau
Air adalah salah satu kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari kehidupan makhluk hidup di bumi. Air memiliki banyak kegunaan, seperti untuk minum, sanitasi, industri, serta kebutuhan lainnya seperti irigasi, perikanan, dan pembangkit listrik. Terjadinya pemanasan global yang berujung pada perubahan iklim menimbulkan dampak terhadap ketersediaan air di bumi. Dampak nyata dari pemanasan global adalah terjadinya peningkatan intensitas kekeringan di berbagai wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa indeks kekeringan dan sebaran kekeringan yang terjadi di DAS Siak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa kekeringan adaah metode Theory Run. Metode ini memiliki tujuan untuk menghitung indeks kekeringan berupa jumlah kekeringan terbesar dan durasi kekeringan terpanjang pada lokasi stasiun hujan yang tersebaar di suatu wilayah. Data hujan yang digunakan untuk analisa adalah data hujan bulanan selama 11 tahun (2013-2023) dari 3 stasiun hujan. Setelah melakukan analisa kekeringan menggunakan metode Theory Run dibuat peta sebaran kekeringan menggunakan bantuan tools IDW pada software ArcGIS 10.7. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa indeks kekeringan yang didapat dengan jumlah kekeringan kumulatif terbesar terjadi pada tahun 2016 dengan nilai defisit sebesar -2899 mm pada stasiun Buatan. Untuk durasi kekeringan terpanjang selama 32 bulan yang terjadi pada tahun 2016. Kekeringan tersebut merupakan lanjutan dari Januari 2014 hingga Juni 2016 di stasiun Buatan. Berdasarkan hasil pembuatan peta sebaran kekeringan menggunakan metode IDW pada software ArcGIS, kecamatan yang mengalami sebaran kekeringan terparah adalah kecamatan Koto Gasib, kecamatan Lubuk Dalam, dan kecamatan Tualang.
No other version available