Text
PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR EPISODE 19 DI PROVINSI RIAU
Proses Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Kebijakan Merdeka Belajar Episode 19 di Provinsi Riau bertujuan untuk menganalisis proses pelibatan berbagai aktor dalam pelaksanaan kebijakan serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Collaborative Governance merupakan pendekatan tata kelola yang menekankan pada keterlibatan lintas sector baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga non pemerintah secara partisipatif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi terhadap pelaksanaan kebijakan di Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Teori utama yang digunakan adalah model Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007) yang meliputi lima indikator utama: dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil antara (intermediate outcomes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Episode 19 di Provinsi Riau telah mencerminkan prinsip-prinsip Collaborative Governance. Dialog antara pemangku kepentingan berjalan melalui forum-forum resmi dan informal yang mendukung komunikasi terbuka dan transparan. Kepercayaan antaraktor terbangun melalui refleksi bersama dan evaluasi berkelanjutan. Komitmen kuat dari pemerintah daerah tercermin dalam alokasi anggaran pendidikan pada APBD 2025. Namun, pelaksanaan kebijakan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran di beberapa kabupaten/kota, ketimpangan kapasitas antarlembaga, dan kurangnya konsistensi dalam pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai basis perencanaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antaraktor, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan sistem evaluasi terpadu berbasis data. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan model kolaborasi yang lebih efektif di sektor pendidikan.
No other version available