Text
Analisis Kesehatan Mental Dalam Film "Budi Pekerti" 2023 (Semiotika Charles Sanders Pierce)
Film adalah sarana untuk menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat luas melalui alur cerita, serta dapat dipahami sebagai media ekspresi artistik yang digunakan oleh para seniman dan sineas untuk menyalurkan ide serta gagasan mereka. Banyak pesan yang bisa kita ambil ketika kita menonton film, baik itu tentang kondisi ekonomi, pemerintahan, asmara, juga tentang pesan moral yang diselipkan kedalamnya. Film benar-benar informatif dan dapat mengedukasi penontonnya, bahkan menginspirasi jika kita benar-benar berusaha memahami, membuka pikiran, dan memaknai film tersebut. Film ini menceritakan tentang Bu Prani, seorang guru Bimbingan Konseling (BK), yang terlibat dalam perselisihan dengan seorang pengunjung pasar. Tanpa sepengetahuannya, insiden tersebut direkam oleh seseorang dan kemudian diunggah ke media sosial. Video tersebut menjadi viral dan memicu berbagai komentar negatif dari netizen, yang menilai bahwa perilaku Bu Prani tidak mencerminkan sosok pendidik yang layak dijadikan panutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis keehatan mental dalam film “Budi Peketi” 2023. Metodologi yang digunakan adalah metodologi kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Hasil dari ini menunjukkan bahwa film “Budi Pekerti” secara dalam mempresentasikan berbagai bentuk kesehatan mental atau tekanan psikologis yang dialami oleh tokoh dalam konteks sosial dan keluarga. Pada film ini terdapat simbol-simbol visual seperti ekspresi wajah, gestur tubuh, hingga dialog yang tertahan sebagai representasi yang mengarah pada objek kondisi kesehatan mental. Kesimpulan dari penelitian ini adalah analisis kesehatan mental yang terdiri dari gangguan kecemasan, depresi, stress/Stress Pasca Trauma (PTSD) yang tergambarkan pada film.
No other version available